GEMPA JOGJAKARTA-JAWA TENGAH 2006

  • LINGKAR memanggul tanggung jawab untuk menyediakan dan menyalurkan segala jenis bantuan kemanusiaan darurat secara langsung kepada para korban di seluruh penjuru wilayah yang terkena dampak bencana. Oleh karena itu, LINGKAR menerima mandat dan kewenangan dari sepuluh lembaga pendirinya untuk menggalang segala sumber daya yang dibutuhkan. Pada 29 Mei 2006, juga hingga detik ini, dari pelbagai kalangan yang sangat dermawan (kolega, jaringan kerja, mitra, dan publik secara umum, baik individu maupun institusi) dari dalam maupun luar Yogyakarta, pelbagai jenis bantuan—uang, barang, dan jasa—telah diterima dan disalurkan LINGKAR.
    Penggalangan dan penyaluran bantuan darurat ke seluruh komunitas yang terkena dampak bencana yang mungkin dijangkau, antara lain tenda untuk tempat hunian darurat, makanan, obat-obatan, pelayanan kesehatan, bahan bakar, baju, peralatan pertukangan, peralatan tulis dan perlengkapan sekolah untuk anak-anak, dll.
    Terhadap seluruh kepedulian yang telah ditunjukkan pelbagai pihak tersebut, tiada yang bisa dibalaskan oleh LINGKAR kecuali rasa penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya. Dengan maksud inilah pula laporan ini disusun demi tanggung jawab/akuntabilitas. Pada masa depan, pihak-pihak yang berminat masih terus diundang untuk berpartisipasi dalam kerja kemanusiaan yang membanggakan ini.
  • Pengiriman relawan untuk melaksanakan penyaluran dan tinggal bersama, menemani, para korban, khususnya di tiga komunitas/dusun, membantu pengelolaan kemah pengungsi, dan mengorganisasikan mereka menuju tahap-tahap selanjutnya dalam rangka pemulihan pasca-bencana.
    Relawan LINGKAR langsung menyebar mereka ke seluruh penjuru lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan, tinggal bersama dan menemani para korban, dan pada saat bersamaan mengobservasi dan mendata kondisi. Bantuan dan dukungan yang membanjir melalui LINGKAR sungguh-sungguh memotivaasi para relawan LINGKAR untuk semakin meningkatkan kinerja pelayanan kemanusiaannya.
    Oleh karena secara tiba-tiba komunitas-komunitas tersebut menjadi pengungsi, terpaksa tinggal di hunian-hunian darurat, para relawan LINGKAR membantu dalam pengelolaan kemah pengungsi. Upaya ini meliputi perbaikan kualitas hunian, bekerja bersama komunitas untuk membersihkan bekas-bekas rumah mereka, dan mengelola segala bantuan yang masuk ke komunitas dari pelbagai pihak. Pada saat inilah para relawan LINGKAR mulai mengorganisasikan warga komunitas untuk tujuan mempersiapkan mereka segera memasuki tahap-tahap kerja strategis pasca-bencana.
  • Pendampingan psiko-sosial terhadap warga yang terkena dampak bencana, menyelenggarakan pelbagai kegiatan pendidikan alternatif untuk anak-anak dan kaum muda, sebagai bentuk penyembuhan trauma pasca-bencana.
  • Di antara para korban, kelompok-kelompok rawan adalah yang menjadi fokus kegiatan pelayanan kemanusiaan. Para relawan LINGKAR menyelenggarakan berbagai kegiatan, berupa permainan dan pembelajaran, baik yang bersifat edukatif, sosial, kultural, dan religius, untuk menyembuhkan trauma pasca-bencana khususnya bagi anak-anak dan kaum muda. Dengan demikian, para relawan LINGKAR tertantang untuk mengeluarkan segenap potensi dan kreativitas diri yang dimilikinya.
    Para relawan LINGKAR melakukan pendekatan kepada anak-anak dan kaum muda, menyelenggarakan pertemuan, menyusun rencana, dan melaksanakannya secara bersama-sama dan partisipatif: bermain, belajar pelajaran sekolah, mengaji, melukis, menulis puisi, bernyanyi, dll. di pelbagai tempat, khususnya di alam terbuka. Di sinilah para relawan LINGKAR menyisipkan tema-tema pendidikan lingkungan, misalnya pentingnya melindungi keanekaragaman hayati, pengelolaan rumah tangga sampah, mencintai aneka satwa, juga nilai-nilai dasar hubungan antarmanusia. Sejauh ini, semua kegiatan itu masih terus berlangsung baik dan semakin variatif.

    GEMPA JOGJAKARTA-JAWA TENGAH 2006: PROGRAM BANTUAN ATAP ERA-UNDP
    Bencana alam gempa bumi yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 di Provinsi DIY telah mengakibatkan kerusakan yang cukup besar, terutama di Kabupaten Bantul.Daerah yang mengalami kerusakan dan kerugian terparah terletak di sepanjang Patahan Opak (Opak Fault)

    Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan, terdapat sekurang-kurangnya 69 ruah tinggal di dusun Dasilan yang roboh dari 77 rumah yang ada di Dasilan.

    Program Bantan Atap merupakan upaya yang dilakukan oleh LINGKAR dengan bermitra dengan tim ERA-UNDP untuk membantu dan mendukung program Rekontruksi yang dilakukan oleh Pemerintah.

    Bantuan berupa konstruksi atap dan hunian sementara yang berjumla 77 unit ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai tempat tinggal sementara selama warga melaksanakan pembangunan rumah permanen skema pemerintah.

    Program ini menyasar empat keluaran utama: Dukungan pada kegiatan Pemerintah di bidang rekonstruksi (perumahan dan infrastruktur), Kesiapsiagaan bencana dan pengurangan risiko, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dusun Dasilan dalam membangun dusun dan komunitasnya menjadi lebih berdaya dan sejahtera.