KETAHANAN SOSIAL UNTUK ANAK
LINGKAR mengelola kegiatan kampanye ketahanan-sosial bagi anak-anak korban gempa di tiga dusun dampingan LINGKAR. Dalam kegiatan ini, LINGKAR berusaha mempromosikan dan menumbuhkan sikap ketahanan sosial dalam diri anak-anak supaya mereka mempunyai kemampuan untuk menghadapi dan mengelola berbagai macam kesulitan yang mereka temui sehari-hari, dengan menitikberatkan pada prinsip-prinsip ‘I have, I can, I am’ sebagai dasar untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan beradaptasi. Berbagai media digunakan untuk menyampaikan pesan kepada anak-anak, seperti kegiatan menggambar dan mewarnai, serta permainan ular tangga raksasa. Dalam kegiatan menggambar dan mewarnai, anak-anak didorong untuk berani mengekspresikan diri dan pikirannya tanpa rasa takut atau malu. Sedangkan dalam permainan ular tangga raksasa, anak-anak belajar bekerja sama dalam tim untuk memecahkan masalah dan mencapai tujuan bersama.

KAMPANYE LINGKUNGAN & PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Friendship Across Nations: Together We Can Save The Earth” adalah tema yang dipilih untuk acara penyerahan peringatan Hari Bumi – 22 April 2007 yang dipadukan dengan penyerahan bantuan dari murid-murid Institut Le Rosey, Swiss melalui BTRF, kepada anak-anak korban gempa di 3 dusun dampingan LINGKAR. Dilaksanakan di dusun Dasilan, Bantul dengan festival permainan anak dan sarasehan bagi orang tua. Festival Anak mencoba menggali kembali khazanah permainan tradisional yang sekarang sudah mulai dilupakan seperti dakon, egrang, gobak sodor, lompat tali, dan lain-lain. Tak lupa pula kegiatan storytelling, mewarnai dan panggung boneka untuk anak-anak yang lebih muda (usia dini). Dalam sarasehan diinformasikan dan didiskusikan isu-isu lingkungan global climate-change dan pentingnya pendidikan untuk keberlanjutan kepada anak.

TRAFFICKING DAN JENDER
Untuk kegiatan penyadaran jender dan trafficking, LINGKAR membuat proster dan mengadakan beberapa sesi pemutaran film yang diikuti dengan sesi diskusi di beberapa komunitas. Media film dipilih karena dianggap efektif untuk menyampaikan pesan mengenai bahaya perdagangan manusia dan penyadartahuan gender. Tema trafficking menjadi titik berat karena dalam kondisi sesudah bencana seperti sekarang ini dimana tekanan ekonomi dan tuntutan kebutuhan sangat berat, perempuan dan anak-anak menjadi sangat rentan terhadap bahaya perdagangan manusia.

KETAHANAN SOSIAL MASYARAKAT DALAM MENGURANGI RESIKO BENCANA
Peringatan 1 tahun gempa Jogjakarta-Jawa Tengah dikelola oleh LINGKAR untuk mengkampanyekan ketahanan-sosial masyarakat melalui kegiatan apresiasi budaya seperti: pengajian bersama dengan ulama kondang, dan launching motif batik baru yang di desain untuk membangkitkan semangat berketahanan-sosial. Prinsip pengurangan resiko bencana salah satunya adalah dengan mengurangi dan mentransformasi kerentanan dan kelemahan masyarakat, sebaliknya juga dapat diupayakan dengan memperkuat/merevitalisasi nilai-nilai lokal yang telah ada di masyarakat seperti gotong-royong, toleransi, dan merevitalisasi “kemandirian” komunitas – khususnya komunitas korban bencana gempa lalu. Motif baru batik ini juga disosialisasikan kepada khalayak luas melalui penerbitan kartu pos sebagai novelties peringatan 1 tahun gempa Jogjakarta – Jawa Tengah 2006.


Leave a Comment