SANGGAR BELAJAR-BERMAIN & PERPUSTAKAAN DUSUN
Sanggar tempat belajar dan bermain anak-anak Dusun Dasilan, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong. Sanggar ini terbangun berkat kerjasama LINGKAR dengan Nurani Dunia, Borneo Tropical Rainforest Foundation (BTRF) dan Le Rosey Institute Switzerland. Bangunan seluas 5 x 7 m2 merupakan bantuan dari Nurani Dunia, sedangkan seluruh isi sanggar bantuan dari BTRF dan Le Rosey Institute
Sampai saat ini aktivitas sanggar di kelola oleh Karang Taruna Dusun Dasilan dengan pendampingan LINGKAR.
Fasilitas yang ada di Sanggar antara lain, buku-buku perpustakaan: cerpen, buku agama, pertanian, wirausaha, peternakan, kreativitas. Alat-alat permainan, menggambar, pertanian, dan olahraga. Meskipun sanggar ini diperuntukkan bagi anak-anak tetapi tidak menutup kemungkinan para remaja dan orang tua bisa menggunakan fasilitas yang ada. Salah satu kegiatan yang di lakukan di Sanggar adalah Berkebun, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan motivasi anak-anak untuk menanam tanaman pertanian, membangun tanggungjawab akan pemeliharaan lingkungan serta membangkitkan kreativitas anak-anak pasca gempa 27 Mei 2006.
Keberadaan sanggar ini dirasa sangat banyak sekali manfaatnya, anak-anak lebih bisa diorganisir, bisa belajar bersama dengan teman-temannya dan banyak memberikan pengetahuan baru yang tidak mereka dapatkan di sekolah.
Kedepannya sanggar ini diharapkan di hanya di nikmati oleh warga Dasilan saja, tetapi di seluruh Desa Srihardono. Kegiatan bersama diadakan setiap Minggu dengan Tema yang berbeda-beda tetapi tetap dalam konsep Pendidikan berkelanjutan yang dikemas dengan model belajar sambil bermain. Model sanggar seperti ini juga dikembangkan di 2 dusun dampingan lain yaitu Dsn. Giriloyo, Imogiri dan Dsn. Gunung Manuk, Patuk – Gunung Kidul.
BEASISWA PENDIDIKAN ANAK KORBAN GEMPA
Usaha terlibat dalam rehabilitasi dan rekonstruksi untuk komunitas terkena bencana dilengkapi LINGKAR dengan penyediaan dana bantuan pendidikan (beasiswa) agar anak-anak penyintas dapat tetap melanjutkan pendidikan-formal. Ikhtiar Pelaksanaan program beasiswa ini melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya, mulai dari sisi manajemen, administrasi, maupun pada saat distribusi sehingga orang tua masih mempunyai tanggung jawab melangsungkan pendidikan anak. Selain itu bertujuan untuk mendorong kemandirian dan pengorganisasian masyarakat. Sedangkan penentuan peneriman manfaat menggunakan metode prioritas didasarkan hasil survey untuk mengidentifikasi anak dari keluarga terkena dampak bencana, yatim, piatu, dan sangat miskin.
SEKOLAH LAPANG REKONSTRUKSI HUNIAN
Pelatihan ini dirancang dan dilaksanakan untuk mengembangkan kapasitas bagi para tukang dan pengembang-kecil di 3 daerah dampingan LINGKAR (Dasilan, Gunungmanuk dan Giriloyo) serta di Desa Ngentakrejo, Kec.Lendah, Kabupaten Kulonprogo. Materi yang diprioritastaskan mengenai pengetahuan dan kemampuan tentang rekontruksi bencana dan pengurangan bencana, serta pemahaman tentang rumah tahan gempa mengingat Jogjakarta merupakan daerah rawan bencana gempa. Materi-materi yang diberikan cukup beragam mulai dari wacana bencana, rumah tahan gempa dan rekontruksi yang aman dan sehat, tataruang pemukiman yang ekologis, serta pengorganisasian masyarakat. Pembelajaran dipandu oleh fasilitator untuk memaksimalkan upaya pembelajaran eksperiensial, dengan tetap menghadirkan nara-sumber yang kompeten.
KURSUS KOMPUTER UNTUK REMAJA SEKOLAH MENENGAH
Kursus komputer bertujuan untuk mengembangkan kapasitas di bidang komputer bagi remaja sekolah menengah di dusun Gunung manuk desa Salam kec. Patuk kabupaten Gunung kidul untuk pengembangan mata pencaharian. Selain itu juga merupakan sebuah wadah bagi para remaja tersebut untuk mengembangkan diri di bidang organisasi. Pendekatan yang dilakukan dalam melaksanakan kursus adalah praktek-praktek langsung tentang hal-hal yang berkaitan langsung dengan kebutuhan yang diperlukan untuk pengembangan organisasi dan menunjang kegiatan belajar yang ada di sekolah. Kursus ini terdiri dari beberapa hal seperti: Pengenalan komputer dan perawatannya yang bertujuan agar mereka bisa terbiasa dengan komputer dan dapat melakukan perawatan komputer; Aplikasi Microsoft Office yang bertujuan untuk menunjang pelajaran mereka di sekolah selain itu juga akan berguna bagi pengembangan organisasi dan perpustakaan yang mereka kelola; Aplikasi Desain Grafis yang bertujuan untuk pengembangan kapasitas yang mungkin menjadi pengembangan mata pencaharian.
30 orang siswa SMA/SMK, SMP dan lulusan SLTA merupakan peserta kursus komputer ini, mereka juga merupakan anggota dari Karang Taruna. Kursus di bagi 2 kelas yaitu kelas untuk SMA/SMK dan lulusannya serta kelas untuk SMP. Pelaksanaan dilakukan satu kali pertemuan untuk tiap kelas dalam seminggu selama 2 jam ditambah dengan tugas-tugas yang setara dengan 2 jam tatap muka.