![]()
Aktivitas Gunung Kelud yang semakin mengancam kehidupan masyarakat sekitarnya. Untuk itu, Perkumpulan Lingkar Yogyakarta memberangkatkan tim (4 orang) untuk melakukan assessment. Menurut Adi Suyadi, Manager Program Lingkar, dari hasil assessment tersebut Lingkar telah ditindaklanjuti dalam Aksi Tanggap Kelud.
Dari hasil assessment yang dilakukan dalam dua periode, 11-16 Oktober 2007 dan 24 Oktober – 2 November 2007 tersebut terungkap bahwa beberapa kantong pengungsian yang berlokasi di Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar. Adi mengungkapkan bahwa masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri cenderung lebih siap dibandingkan masyarakat tempatan di Kabupaten Blitar.
Berdasarkan assessment dan informasi itulah, Lingkar mengkonsentrasikan Aksi Tanggap Kelud di wilayah Kabupaten Blitar yakni di Kecamatan Garum, Desa Penataran, Dusun Kalibadak dan Dusun Candisewu. Aksi yang dilakukan di lokasi meliputi beberapa kegiatan 3 kegiatan. Pertama, aktivitas pendidikan untuk anak-anak pengungsi. Aktivitas ini yang meliputi turut serta membantu terselenggaranya Kegiatan Belajar Mengajar secara wajar bagi anak-anak pengungsi, dan membantu peran guru pengajar apabila terjadi kekurangan tenaga pengajar akibat penumpukan siswa sekolah di tempat pengungsian.
Kedua, aktivitas pendampingan psikososial bagi anak-anak pengungsi melalui kegiatan belajar dan bermain bersama, dan ketiga adalah tindakan preparedness yang meliputi; a) memastikan bahwa masyarakat mengetahui tindakan-tindakan yang perlu dilakukan untuk menghadapi kemungkinan bahaya yang diakibatkan oleh letusan Gunung Kelud, b) mensosialisasikan tindakan-tindakan yang perlu dilakukan seperti mengantisipasi hujan abu, hujan pasir, hujan batu, luncuran lahar dan serangan gas, c) memastikan warga mempunyai tempat perlindungan yang aman terhadap serangan bahaya letusan Gunung Kelud, dan d) mensosialisasikan kepada warga untk menghindari lokasi-lokasi yang mempunyai ancaman bahaya letusan Gunung Kelud.
Adi juga menambahkan bahwa informasi ini perlu disampaikan secara luas. “Kami ingin terdapat bertukar informasi dan berkoordinasi bersama untuk Aksi Tanggap Kelud,” tutupnya.
Sumber: BeritaHabitat.NET
May 25, 2009 at 7:17 pm
aku setuju banget dengan program2 lingkar jogja dalam membuka kesadaran masyarakat akan bencana yang setiap saat selalu muncul dimana2. akan bermanfaat sekali apabila di tempat kami ( samarinda ) diadakan semacam pelatiahan, work shop atau apapun namanya, karena di samarinda rawan sekali akan adanya bencana alam karena samarinda dikelilingi oleh kp2 tambang batu bara yang banyak meninggalkan lubang2 bahkan danau2 yang setiap saat bisa longsor dan akan menimbulkan bencana. tragis sekali apabila terjadi bencana yang mana masyarakatnya tidak tanggap akan bahaya bencana tersebut… terimakasih……!